IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN ANAK DIDIK DALAM PEMBELAJARAN DI SATUAN PENDIDIKAN SMPN 4 ABANG
Sampai saat ini saya masih menemui
misskonsepsi tentang arti menyenangkan dari sebagian pendidik
ketika mendengar Gerakan
Sekolah Menyenangkan. Ada yang menganggap sekolah menyenangkan itu ya
pulang awal, tidak perlu ada pelajaran atau jam kosong, menyenangkan itu nyanyi-nyanyi, hura- hura, banyakin
ice breaking, kelasnya warna-warni, dan masih banyak miskonsepsi lainnya.
Sebagai sebuah gerakan akar rumput,
wajar jika tidak ada pentunjuk pelaksanaan maupun petunjuk
teknis baku tentang
mewujudkan ekosistem sekolah
menyenangkan. Bahkan dengan demikian akan membuat kita memiliki kemerdekaan dalam mengimplementasikannya, mampu mengembangkan dan eksplorasi sesuai potensi dan kemampuan masing-masing.
Menghadirkan pembelajaran yang
menyenangkan sejalan dengan core value GSM yaitu memanusiakan dan memerdekakan dengan sendirinya akan menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak didik. Melibatkan
anak didik memiliki rasa tanggung
jawab akan proses pembelajaran dengan kesepakatan belajar, mengapresiasi
sekecil apapun usaha mereka membuat
anak didik kita merasa dihargai
dan dimanusiakan, dan melatih kemandirian dengan mengajak
menentukan target maupun menyepakati model pembelajaran
yang akan ditempuh pada suatu tema atau materi ajar. Menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan
manakala anak didik kita mampu merefleksikan
hasil dari proses belajarnya, bahkan gurupun juga mendapatkan refleksi
sebagai bahan perbaikan pada pembelajaran berikutnya.
Hal itulah sebagian kecil yang bisa
kita wujudkan dalam kepemimpinan anak didik kita
dalam pembelajaran nantinya di SMPN 4 Abang. Jadi pembelajaran menyenangkan
tidak sebatas senang tanpa makna, tetapi bagaimana anak didik kita
dimanusiakan dan diberi ruang kemerdekaan sebagai
manusia merdeka.
Goresan kecil tanpa hiasan yang menemani malam ini Semua asa, rasa, dan karsa tercurah dalam kesatuan aksara yang menari-nari
(Datah, 09/3/2023)

Komentar
Posting Komentar