Bercerminlah, Langkah Awal Mengubah Hidupmu

deep intro
Tulisan
ini berawal dari inspirasi seorang teman senior (I Nyoman Sariana) di sekolah.
Beliau memberikan sebuah inspirasi tentang kehidupan. Nah mari kita pahami
narasi yang saya telurkan berikut.
“Jika
kamu mencari satu orang yang akan mengubah hidup, lihatlah di cermin”. Ungkapan
tersebut sangat menohok perasaan saya, karena terkadang kala saya masih terbawa
kondisi situasi di luar diri saya. Kadang kala ketika saya bergerak untuk
berubah dalam kehidupan ini, masih terpengaruh oleh orang lain, ketika orang
lain mencemoh munculah perasaan untuk berhenti karena takut, bahkan timbul
kemarahan. Mungkin ini wajar terjadi dan mungkin sebagian besar dari kita
sering mengalami hal itu. Namun jika kembali merenung lebih
mendalam, hal itulah yang justru menghambat langkah kita menuju
perubahan. Ketika lingkungan kurang mendukung, akhirnya kita ikut-ikutan
tidak bergerak. Pagi ini saya berterimakasih pada diri saya sendiri selalu
mampu menjadi bara api dalam berubah, berbagi maupun berkolaborasi.
Bentuk
rasa terima kasih atas inspirasi beliau, maka segera saya bagikan kepada grup whatsapp Tim GSM SMPN 4 Abang pagi
ini. Sambil saya mengirim tulisan tersebut, saya berikan kalimat tanya
yang memantik. “Bagaimana pendapat teman-teman tentang tulisan
tersebut? Apa yang akan teman-teman lakukan selanjutnya?”. Kalimat
ini sama sekali bukan perintah ataupun nasehat apalagi sebuah ungkapan pesimis. Kalimat
tanya ini bersifat terbuka sehingga memantik teman-teman guru untuk mengemukakan
dengan sudut pandangnya. Pertanyaan pemantik inilah yang akan memberikan
dampak pada proses kesadaran diri.
Beberapa
menit kemudian sudah muncul respon dari teman guru. Nyoman Suparsa
memberikan pendapat bahwa dirinya yakin dengan kata-kata itu karena dirinya
pada bulan kemarin mengalami sedikit perubahan yang sampai saat ini secara
bertahap. Agung Karang menyampaikan bahwa untuk mengubah hidup, kita harus
melihat diri sendiri untuk melihat apakah sudah sepantasnya kita hidup dan
dengan melihat diri sendiri kita akan mengetahui kekurangan dan kelebihan diri
karena hidup itu adalah gambaran dari cermin. Luh Wiwik Juniati memberikan
komentar bahwa untuk mengubah diri sendiri kita harus memulai dari perubahan
kecil secara bertahap dengan menghargai proses dan melihat diri dari
cermin. Nyoman Subagia menyampaikan bahwa tulisan itu benar karena yang
bisa mengubah seseorang adalah orang itu sendiri, memang kita butuh dorongan
atau bantuan dari orang lain untuk berubah tetapi keinginan untuk mengubah diri
sendiri itulah yang menjadi dorongan untuk berubah. Gung Sri Martini
menyampaikan bahwa orang yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah diri
sendiri bukan orang lain. “Saya setuju dengan kalimat tersebut, karena
satu-satunya yang bisa merubah hidup ya hanyalah diri Anda sendiri. Yang
bisa memahami, memperbaiki, dan memperjuangkan hidupmu hanya dirimu sendiri
bukan orang lain. Dan saya sudah lama menerapkan hal tersebut. Dari
memahami kesalahan atau kekurangan saya, kemudian dilanjutkan memperbaiki
kebiasaan, dan kini saya sudah ditahap memperjuangkan/ berusaha agar bisa
menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, ungkap Agung Karang
menambahkan pandangannya. Nyoman Subagia pun berkomentar menambahkan
pandangannya kembali bahwa yang dapat merubah diri kita ya, diri kita sendiri,
dan juga untuk merubah diri, kita harus melihat kekurangan kita dan merubahnya
menjadi kelebihan kita”
Itulah
beberapa pendapat dan tanggapan teman-teman Tim GSM SMPN 4 Abang terhadap
tulisan ungkapan yang terinspirasi dari Pak I Nyoman Sariana yang sebagai bahan
olah rasa atau morning sharing di
pagi hari ini. Morning sharing jika
sudah dibudayakan di dunia pendidikan, saya yakin akan memberikan dampak
positif terhadap perubahan diri kita sebagai seorang pendidik. Mungkin
saja perilaku beberapa perilaku pendidik yang belum sesuai dengan harapan
karena belum menemukan pedoman saja untuk berubah, belum menemukan cahaya yang
menyinari sehingga mereka akan bergerak, karena terlalu gelap sehingga takut
untuk bergerak. Morning sharing
yang dilakukan mungkin dapat menjadi cahaya bagi teman-teman pendidik sehingga
tergugah untuk bergerak dalam mengarungi samudera perubahan paradigma
pendidikan. Jadilah guru layaknya kunang-kunang yang memberikan cahaya,
seperti sepenggal kalimat inspirasi yang pernah saya baca “Bercerminlah,
Jika Ingin Mengubah Hidupmu”.
26 Maret 2023
Komentar
Posting Komentar